Kamis, 28 Mei 2009

Install Ubuntu 8.10 Intrepid ibex di EEEPC

Pertama kali beli laptop, langsung mau nyoba install linux di laptop terbaru nih. Sempet bingung mau milih install mandriva atau ubuntu. Karena Mandriva sudah di install di komputer desktop jadinya pilih ubuntu intrepid ibex karena dukungan hardware yang bagus. Karena netbook gak ada disk drive nya, jadinya pake usb flashdisk. Nah disini akan dijelaskan bagaimana membuat flashdisk bootable buat install Ubuntu atau distro linux lainnya.
Pertama-tama download terlebih dahulu software Unebootin Ubuntu EEE. Download juga ISO atau file image Ubuntu Intrepid IbeX. Pada pilihan iso, pilih file image linux. Lalu beri centang pada kotak show all drive, pilih Drive USB, misalnya “F:”, lalu klik Next untuk memulai pembuatan USB bootable disk. Pada file nomor 8, proses terlihat lama, dikarenakan filenya berukuran besar. Setelah itu flashdisk bisa langsung digunakan untuk installasi. Sewaktu boot up pilih media boot pertama pada bios menjadi usb flash disk. Sewaktu pertama boot akan keluar pilihan menu ubuntu, nah sampe disini terserah sampean, mo install langsung atau nyobain live cd nya ubuntu.
Sehabis install ubuntu, masih aja ketemu masalah nih. Tombol hotkey( tombol 'Fn' dan kawannya) seperti tombol pengatur suara, kecerahan, dan wireless gak bisa berfungsi. Yang kedua saat shutdown linux, power laptop gak langsung mati, tombol power harus ditekan beberapa detik baru bisa mati. Setelah search di google, baru ketemu deh cara ngatasinnya. Berikut ini linknya :
https://help.ubuntu.com/community/EeePC/Fixes atau
http://wiki.eeeuser.com/getting_ubuntu_8.04_to_work_perfectly
READ MORE - Install Ubuntu 8.10 Intrepid ibex di EEEPC

Sabtu, 07 Februari 2009

KONFIGURASI COMPIZ FUSION PADA UBUNTU

Sebenarnya Anda sudah dapat mengaktifkan compiz hanya dengan cara : klik kanan pada Desktop --- Change Desktop Background --- pilih tab Visual Effect --- tinggal pilih None, Normal, atau Extra tergantung dari kemampuan VGA Anda. Tapi jika Anda ingin pengaturan lebih pada pengaturan opsi compiz dan plugin, seperti desktop cube dan animations Anda dapat menginstalasikan paket CompizConfig Settings Manager.

  1. Jika compiz sudah terdapat di repository Anda tinggal buka terminal ketik :

    $ sudo apt-get install compizconfig-settings-manager

  2. Setelah berhasil diinstal buka compiz dengan cara klik System --- Preferences --- CompizConfig Settings Manager.

  3. Disini Anda tinggal menceklist efek yang diinginkan.

  4. Untuk melihat tampilan 3D desktop ikuti langkah berikut ini : pastikan Anda sudah menceklist effect 3D Windows dan Show desktop pada compiz, klik kanan pada gambar workspace yang terdapat di pojok kanan bawah desktop Anda --- klik Preferences --- isi Colomns : 4, Rows : 1. Kemudian tekan tombol Ctrl + Alt + Klik kiri dan drag mouse Anda. Untuk berpindah workspace dengan cepat tinggal klik kiri pada Desktop lalu scroll mouse Anda.

  5. Animasi Window : pastikan Anda sudah menceklist effect Wobbly Windows pada compiz, coba klik Places --- Computer, coba klik Maximize & Unmaximize Window. Lalu coba menggeser window menggunakan mouse.

  6. Efek tetesan air : pastikan Anda sudah menceklist Water Effect pada compiz. Lalu aktifkan dengan menekan tombol Shift + F9. Untuk menonaktifkannya tekan lagi tombol tersebut.


Posted by : BOLANG = Bolang's Only a Linux Adopter N Grabber ^_^

READ MORE - KONFIGURASI COMPIZ FUSION PADA UBUNTU

Jumat, 30 Januari 2009

Install AVG di linux

Kalo yang biasa pake windows pasti udah kenal ama anti virus yang satu ini, soalnya nih anti virus lumayan ampuh, buat ngeupdate-nya juga gampang, bisa dengan cara offline melalui file yang di unduh oleh orang lain. Nah sekarang mari install AVG di linux, bukan karena di linux udah banyak virusnya tapi supaya bisa ngescan direktori windows yang kena virus. Pertama download file setup AVG Anti-Virus free edition 7.5 for Linux di http://free.avg.com/download?prd=afl, sesuaikan dengan distro linux yang digunakan. Setelah di download install paket, di double click aja. Setelah itu AVG bisa dijalankan lewat main menu -> tools(biasanya). Ada satu masalah, saat mau mengupdate database virus AVG ada pesan error, itu disebabkan karena user yang dipakai tidak punya akses untuk mengupdate. Untuk mengatasi hal ini tambahkan user di group AVG, caranya melalui command line sebagai berikut :
-misalnya nama usernya alvin

[alvin@localhost ~]$ su
Password:
[root@localhost alvin]# adduser alvin avg

Ctt : Cara di atas berlaku di Ubuntu
READ MORE - Install AVG di linux

Rabu, 28 Januari 2009

Ganti setting permission file (bagian 2)

Ini artikel bagian ke dua, mendingan baca yang pertama dulu gih, ga jauh-jauh koq ada disini. Nah kalo yang kedua ini saya akan menjelaskan yang pake kode octal(basis 8). Mulaii...........!!!

Formatnya: chmod [option] [kode] [direktori/file]

Contoh :
[root@localhost alvin]# chmod 721 /konoha

Gini penjelasannya...., tapi lihat dulu gambaran berikut!

I.............................u(user)............... g(group) ...................o(other)
II............................r...w...x.................r...w...x.......................r...w...x
III..........................4...2....1.................4....2...1........................4...2....1

Tolong dicermati dengan baik-baik. Baris pertama(I) merupakan tipe-tipe user. Baris kedua(II) menunjukkan mode operasi file seperti read(r), write(w), execute(x). Baris ketiga(III) itu adalah standar angka octal(0-7) yang kalo dijumlahin 4+2+1=7. Cara kerjanya gini..

misalnya :
user(u) diberi akses untuk read(r), write(w) dan execute(x);
group(g) diberi akses read(r) dan execute(x);
other(o) diberi akses read(r) saja.

I.............................u(user)............... g(group) ...................o(other)
II..........................r...w...x.................r...w...x.......................r...w...x
III..........................4 +2 +1.................4+ 0+1........................4+0+0 +(dijumlahkan)
IV................................7.............................5....................................4.....

di baris III atribut yang tidak aktif diberi nilai 0, lalu dijumlahkan tiga-tiga dan hasilnya dimasukkan ke kode, seperti ini contohnya:
# chmod 754 /konoha
contoh lain misalnya semua tipe user(user, group, dan other) diberi akses penuh read(r), write(w), execute(x), maka perintahnya jadi sepeti ini:
# chmod 777 /konoha
Oh, Iya ada catatan nih..misalnya ingin mengubah semua file dan subfolder yang ada di direktori yang bersangkutan maka tambahin aja huruf "-R" setelah "chmod". Contoh:

[root@localhost alvin]# chmod -R ugo-rwx /konoha
atau
[root@localhost alvin]# chmod -R 721 /konoha

Sekian penjelasannya, semoga temen-temen ngerti maksudnya.
READ MORE - Ganti setting permission file (bagian 2)

Selasa, 27 Januari 2009

Ganti setting permission file (bagian 1)

Di Linux kita ga bisa sembarangan ngedit file, bikin folder, sama ngapus folder di direktori yang bukan folder pribadi(/home/user name/), misalnya nih mau bikin folder baru di direktori /bin atau ngedit file configurasi di /etc, pasti ga bisa, yang punya akses hanya root. Waktu saya bikin partisi di harddisk saya bikin mount point-nya di /konoha, tapi pas saya mau bikin folder baru atau naruh file malah ga bisa. Ternyata setting direktorinya cuman bisa diedit sama owner yang bersangkutan yakni root. Gimana cara gantinya? Karena ownernya root, maka kita harus jadi super user dahulu, ketik aja su di command line, terus isi passwordnya root.

[alvin@localhost ~]$ su
Password:

pindah ke direktori yang ingin dirubah file permissionnya, misalnya direktori /konoha

[root@localhost alvin]# cd /konoha
[root@localhost konoha]#

Ketik chmod [OPTION]... MODE[,MODE]... FILE...

contoh : chmod ugoa+rwxXst /konoha
huruf ugoa menunjukkan user mana yang akan di ganti. Huruf "u" menunjukkan user yang menjadi owner file atau direktori bersangkutan. Huruf "g" menunjukkan user dalam satu grup yang sama. Huruf "o" (other) menunjukkan user lainnya. Huruf "a" (all) menunjukkan semua user, termasuk user dalam jaringan. Tanda "+" merupakan tanda bahwa kita akan menambahkan atribut. Huruf rwxXst menunjukkan atribut apa yang akan kita tambahkan. Huruf "r" untuk membaca(read). Huruf "w" untuk menulis(write). Huruf "x" untuk mengeksekusi(execute) atau mencari direktori. Huruf "X" untuk mengeksekusi hanya jika file berupa direktori atau telah mempunyai atribut eksekusi. Huruf "s" untuk men-set user atau grup ID dalam mengeksekusi. Huruf "t" merupakan restriksi penghapusan flag atau sticky bit. Setelah itu /konoha merupakan nama direktori yang akan diganti atributnya.

Bersambung..........(ini lanjutannya)
READ MORE - Ganti setting permission file (bagian 1)
Add to Technorati Favorites Add to Technorati Favorites
OrangUNIX © 2008 Template by:
SkinCorner